Pemberantasan

Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat

Terkini










Kamis, 23 Mei 2019

KUNJUNGAN KEPALA BNNP SULTENG KE OJK SULTENG

 Palu - Kepala BNN Provinsi Sulawesi Tengah Brigjen. Pol Drs. Suyono, M.M., M.B.A. mengunjungi Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah  dalam rangka memberikan himbauan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika di sektor perbankan dan non-perbankan yang didampingi Pejabat dan Staff BNNP Sulteng bertempat di Ruang Meeting Kantor OJK Sulawesi Tengah. Kamis (23/05)Drs. Suyono, M.M., M.B.A. dalam kunjungannya menyampaikan bahwa penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Sulawesi Tengah sudah masuk ke semua lingkungan, baik pekerja, pengangguran, mahasiswa hingga pelajar. Dari data yang ada di BNNP Sulteng, pada tahun 2018 jumlah pasien yang mengikuti program rehabilitasi berjumlah 553 orang dan jumlah barang bukti yang disita dari kasus narkotika berjumlah 919,98 gram shabu dan 2639, 78 gram ganja. Terkait hal ini, membangun sinergitas di semua sektor merupakan salah satu jalan yang ingin dibangun oleh BNNP Sulteng agar penyalahgunaan narkotika dapat ditekan seminim mungkin sehingga peredaran gelap narkotika tidak dapat leluasa bergerak.Ia juga menambahkan bahwa kedepannya kegiatan sosialisasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan test urine di lingkungan kerja dapat dimasukkan dalam program OJK Sulteng guna mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).Senada dengan hal ini, Kepala OJK Sulteng menyambut baik kunjungan Kepala BNNP Sulteng dan akan merumuskan hasil pertemuan bersama guna mendukung program P4GN.



Terkini


Minggu, 16 Juni 2019

PRA HARI ANTI NARKOTIKA INTERNASIONAL 2019

Palu - BNN Provinsi Sulawesi Tengah bersama BNN Kota Palu dan BNN Kabupaten Donggala menggelar Pra Hari Anti Narkotika Internaional (HANI) 2019 yang dilaksanakan di Lapangan Vatulemo Palu. Minggu (16/7)Dalam kegiatan ini dirangkaikan dengan Jalan Sehat, Pagelaran Seni dan Donor Darah diikuti kurang lebih 3000 orang yang diantaranya yaitu Asisten Umum Sekretariat Daerah Prov. Sulteng yang mewakili Gubernur Sulteng juga Instansi Vertikal, unsur Forkopimda Sulawesi Tengah, Kota Palu dan Donggala. Selain itu juga dilaksanakan pengobatan gratis kepada pengunjung dan peserta kegiatan.Kepala BNNP Sulteng Brigjen. Pol. Drs. Suyono, M.M., M.B.A. dalam sambutannya menghimbau masyarakat agar menjauhi penyalahgunaan narkotika dan membantu BNN dalam memerangi peredaran gelap narkotika yang ada disekitar lingkungannya."Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika di Sulawesi Tengah menurut Data Prevalensi BNN yang bekerjasama dengan Universitas Indonesia pada Tahun 2018 menurun ke paringkat 18 dari peringkat sebelumnya pada tahun 2015 berada di peringkat 15""Hal ini tidak terlepas dari bantuan masyarakat baik itu di lingkungan keluarga, sekolah, perguruan tinggi dan instansi pemerintah maupun swasta. Untuk itu melalui kegiatan Pra-HANI 2019 saya mengajak kepada seluruh peserta untuk tetap waspada terhadap peredaran gelap narkotika disekitarnya dan melaporkan ke pihak BNN maupun Polri apabila melihat adanya transaksi penjualan ataupun penyalahgunaan narkotika.Di akhir kegiatan, dilakukan pembagian Door Price kepada para peserta yang telah mengikuti dari awal hingga penutupan acara.




Minggu, 16 Juni 2019

PRA HARI ANTI NARKOTIKA INTERNASIONAL 2019

Palu - BNN Provinsi Sulawesi Tengah bersama BNN Kota Palu dan BNN Kabupaten Donggala menggelar Pra Hari Anti Narkotika Internaional (HANI) 2019 yang dilaksanakan di Lapangan Vatulemo Palu. Minggu (16/7)Dalam kegiatan ini dirangkaikan dengan Jalan Sehat, Pagelaran Seni dan Donor Darah diikuti kurang lebih 3000 orang yang diantaranya yaitu Asisten Umum Sekretariat Daerah Prov. Sulteng yang mewakili Gubernur Sulteng juga Instansi Vertikal, unsur Forkopimda Sulawesi Tengah, Kota Palu dan Donggala. Selain itu juga dilaksanakan pengobatan gratis kepada pengunjung dan peserta kegiatan.Kepala BNNP Sulteng Brigjen. Pol. Drs. Suyono, M.M., M.B.A. dalam sambutannya menghimbau masyarakat agar menjauhi penyalahgunaan narkotika dan membantu BNN dalam memerangi peredaran gelap narkotika yang ada disekitar lingkungannya."Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika di Sulawesi Tengah menurut Data Prevalensi BNN yang bekerjasama dengan Universitas Indonesia pada Tahun 2018 menurun ke paringkat 18 dari peringkat sebelumnya pada tahun 2015 berada di peringkat 15""Hal ini tidak terlepas dari bantuan masyarakat baik itu di lingkungan keluarga, sekolah, perguruan tinggi dan instansi pemerintah maupun swasta. Untuk itu melalui kegiatan Pra-HANI 2019 saya mengajak kepada seluruh peserta untuk tetap waspada terhadap peredaran gelap narkotika disekitarnya dan melaporkan ke pihak BNN maupun Polri apabila melihat adanya transaksi penjualan ataupun penyalahgunaan narkotika.Di akhir kegiatan, dilakukan pembagian Door Price kepada para peserta yang telah mengikuti dari awal hingga penutupan acara.


Selasa, 28 April 2020

Penyuluh Narkoba Online Part II

Jum'at, 24 April 2020 oleh : Eva Maria Francis L. Lando, SPd ( Penyuluh BNN Propinsi Sulawesi Tengah)Masyarakat "M" Bertanya ? Penyuluh " P" Menjawab !* Dialog 2 (Seminggu berlalu, HP berdering lagi)M : Halo , selamat pagi ibu Penyuluh. P : Selamat pagi juga.M : Apa kabar hari ini, semoga sehat selalu dan maaf jika saya mengganggu waktunya ibu. P : Kabar baik bu. Semoga keadaan ibu dan keluarga juga sehat adanya.M : Begini ibu penyuluh, tentang masalah anak saya sudah saya bicarakan sama suami dan anak. P : Oh ya... baguslah kalau begitu. terus bagaimana hasilnya ?.M : Suami setuju agar anak di bawa ke Klinik BNN Provinsi Sulawesi Tengah. P : Terus bagaimana anaknya?M : Awalnya anak saya tidak mau dan mengatakan bahwa saya menuduhnya telah menggunakan narkoba. Jadi saya katakan jika memang kamu tidak pakai narkoba, kenapa harus takut?. Setelah saya katakan seperti yang dikatakan ibu bahwa bagi yang melaporkan diri secara sukarela tidak akan di proses hukum tetapi di bantu untuk pilih dari ketergantungan, akhirnya anak saya mau untuk di bawa ke Klinik BNN. P : Syukurlah ibu. Semoga nantinya anak ibu bisa bercerita tentang dirinya tanpa ada yang di tutupi. Jika tidak jujur dan terbuka, agak susah untuk dilakukan tindakan selanjutnya. Kami selalu siap membantu dengan sepenuh hati.M : Terima kasih ibu. Saya juga ingin bertanya kepada ibu agar saya bisa lebih paham tentang bahaya Narkoba. P : oh silakan bu, dengan senang hati.M : Dampak buruk apa yang terjadi ketika seseorang menggunakan narkoba? P : Ketika seseorang menggunakan narkoba, awalnya belum kecanduan tetapi Zat dalam narkotika bisa membuat seseorang kecanduan. Narkoba berbahaya bagi tubuh manusia dan memberikan dampak sangat buruk. Pertama, dampak pada fisik. Narkoba bisa merusak organ-organ penting dalam tubuh manusia dan mengakibatkan kesehatannya terganggu. Apalagi jika seseorang mempunyai riwayat sakit tertentu, akan memperparah kondisi tubuhnya. Pecandu narkoba juga beresiko terhadap penyakit menular seperti HIV(AIDS )dan Hepatitis.Kedua, berdampak pada psikis/ mental. Penyalahguna atau pecandu narkoba akan berhalusinasi, cemas, takut, depresi, hilang kepercayaan diri, apatis, brutal, keinginan bunuh diri dan bahkan mengalami gangguan jiwa.M : Wow, sangat menakutkan sekali. Melihat dampaknya seperti ini, kenapa Narkoba khususnya Narkotika tidak dimusnahkan? P : Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang Narkotika No.35 Tahun 2009.Keberadaan Narkotika harus tetap ada. karena Narkotika sangat di butuhkan dalam pelayanan kesehatan. Yang dilarang hanyalah penyalahgunaannya. Sama seperti obat, tidak boleh dikonsumsi sesuka hati tetapi harus dengan resep dokter.M : Terima kasih penjelasannya ibu. Semoga anak saya bulan seorang pecandu narkoba. kalaupun anak saya sudah menggunakan, semoga bisa dibantu untuk pulih. P : Terima kasih kembali. Sayapun punya harapan yang sama. Kekhwatiran ibu pada anaknya adalah langkah awal pencegahan yang baik. seperti ungkapan yang mengatakan, lebih baik mencegah dari pada mengobati. Kami tunggu kedatangan ibu dan anaknya untuk melaporkan diri di kantor BNN Propinsi Sulawesi TengahJangan lupa untuk senantiasa jaga kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan stay at home sesuai himbauan pemerintah agar terhindar dari wabah corona (covid 19).( bersambung.... )# stopnarkoba #jangantakutmelapor #sulawesitengahbersinar #lawancorona #penyuluhcegahbidangp2m #bnnprovinsisulawesitengah



Jumat, 24 April 2020

Penyuluh Narkoba Online

Kamis, 16 April 2020Oleh : Eva Maria Francis L. Lando, SPd ( Penyuluh BNN Propinsi Sulawesi Tengah)Masyarakat "M" Bertanya ? Penyuluh " P" Menjawab !* Dialog 1 (Hp berdering .....seorang ibu menelepon)M : Halo , selamat pagi ibu Penyuluh. P : Selamat pagi juga.M : Apa kabar hari ini, semoga sehat selalu. P : Kabar baik, semoga keadaan ibu dan keluarga juga sehat.M : Maaf mengganggu waktunya. Saya ......... ( memperkenalkan diri) ingin curhat tentang anak saya. sebagai Orang tua (mama) , saya merasa ada sesuatu dengan anak saya. P : oh silakan, dengan senang hati.M : Begini ibu penyuluh, akhir- akhir ini saya melihat anak saya berbeda dari biasanya. Saya takut anak saya pakai narkoba. P : Oh ya... maksudnya berbeda dalam hal apa?M : Biasanya anak saya sikapnya sangat baik, selalu bangun pagi, terus rajin mengerjakan tanggung jawabnya sebelum berangkat ke sekolah. Tapi akhir-akhir ini, sikapnya terbalik. Suka membangkang, malas bangun pagi dan selalu menghilang dari rumah. selain itu gurunya juga menyampaikan bahwa anak saya selalu tertidur dalam kelas dan sering tidak mengerjakan tugas dari sekolah. P : Terima kasih karena sebagai orang tua , ibu sudah peka dengan kondisi anak ibu dan mau bercerita kepada saya. Dilihat dari sikap dan perilaku anak ibu, wajarlah kalau ibu kuatir. Memang ciri-ciri seorang penyalahguna atau pecandu narkoba seperti itu. Sebaiknya ibu harus cepat bertindak agar jangan sampai kondisi anak ibu semakin parah.M : Caranya ? P : Ibu harus membawa anak ibu ke kantor BNN Propinsi Sulawesi Tengah yang letaknya di Jl. Dewi Sartika (bersebelahan dengan kantor Inspektorat )M : Saya takut. Takut anak saya positif dan di penjara. P : Jangan takut. Siapa saja yang datang melaporkan secara sukarela, tidak akan di proses hukum. BNN Propinsi Sulawesi Tengah memiliki Klinik Pratama Mosipakabelo yang siap membantu para korban, penyalahguna dan pecandu narkoba yang mau melapor secara sukarela.M : oh ya.... selama ini saya mau melapor tapi takut. Selanjutnya bagaimana prosesnya setelah melapor ? P : Setelah melapor diri kepada petugas piket, selanjutnya akan di arahkan ke Klinik. Klinik kami memiliki dokter, psikolog, perawat dan konselor yang siap membantu untuk proses Asesmen. Memang biasanya di awal asesmen, penyalahguna narkoba selalu berbohong tetapi dengan pendekatan yang baik dari tim asesmen, penyalahguna akan terbuka dan jujur mengatakan bahwa dia seorang pengguna narkoba.Jadi harapan saya, secepatnya ibu membawa anak ibu ke kantor kantor BNN Propinsi Sulawesi Tengah agar dapat di bantu untuk pulih dari ketergantungan narkoba jika seandainya anak ibu ada pengguna narkoba.M : Terima kasih ibu Penyuluh, saya akan bicara dengan suami dan anak saya tentang persoalan ini. P : Terima kasih kembali. Senantiasa jaga kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan stay at home sesuai himbauan pemerintah agar terhindar dari wabah corona (covid 19).( bersambung.... )# stopnarkoba #jangantakutmelapor #sulawesitengahbersinar #lawancorona #penyuluhcegahbidangp2m #bnnprovinsisulawesitengah


Senin, 20 April 2020

𝐁𝐄𝐑𝐏𝐈𝐊𝐈𝐑 𝐃𝐀𝐍 𝐁𝐄𝐑𝐓𝐈𝐍𝐃𝐀𝐊 𝐁𝐄𝐍𝐀𝐑

Oleh : 𝐄𝐯𝐚 𝐌𝐚𝐫𝐢𝐚 𝐅𝐫𝐚𝐧𝐜𝐢𝐬 𝐋𝐚𝐰𝐢 𝐋𝐚𝐧𝐝𝐨, 𝐒𝐏𝐝 (Penyuluh seksi Pencegahan Bidang P2M - BNN propinsi Sulawesi Tengah)Kisah kemarin pagi, dua (2) mobil di parkir di depan pintu pagar rumahku dan menghalangi mobilku yang akan keluar dari garasi dan akhirnya saya harus terlambat ke kantor, sempat membuat emosi saya bergejolak. Tetapi di akhir kisah, saya harus memaafkan pengemudinya.kisah ini menginspirasi saya untuk menulis sesuatu hari ini. Kesalahan memarkir kendaraan terlihat sebagai tindakan kecil tetapi memberikan efek besar yang merugikan orang lain. seharusnya setiap tindakan yang kita lakukan, harus dipikirkan secara baik. apakah tindakan yang kita lakukan memiliki tujuan yang baik dan menciptakan sesuatu kondisi yang berguna bagi diri sendiri atau orang lain atau sebaliknya?.Dalam kehidupan , kita di harapkan untuk melakukan sesuatu yang terbaik. Setiap pikiran, ucapan dan tindakan kita sebisanya memberikan energi positif kepada orang lain di sekitar kita.Situasi saat ini , kata " Positif" di tengah wabah corona adalah sebuah kata yang meberikan rasa takut pada setiap orang. Setiap tindakan kita yang salah, menjadikan atau melahirkan orang dengan status"positif" yang baru. Untuk itu, kita harus bersama berjuang agar Indonesia dan bahkan dunia keluar dari situasi ini dan untuk menghilangkan status Positif dengan melakukan langkah kecil yang positif untuk mencapai hasil negatif bagi yang positif covid 19. Kita tak perlu berlari untuk mencapai semua itu. Setiap orang dengan satu langkah kecil akan memberikan suatu hasil yang besar yang merupakan harapan kita bersama yaitu bebas dari wabah virus Corona.Dalam kasus Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, kitapun dituntut untuk berpikir dan bertindak dengan benar tanpa merugikan diri sendiri dan orang lain. Jangan pernah berpikir bahwa ketika kita mencoba menggunakan narkotika, tidak akan memberikan efek ketagihan atau kecanduan , seolah merasa bahwa diri kita kuat dan kebal. Pikiran yang salah akan melahirkan tindakan yang salah dan tindakan yang salah ini, pada akhirnya merugikan diri sendiri, keluarga, sahabat dan orang lain.Begitupun untuk kasus Peredaran Gelap Narkotika, jika kita hanya berpikir bahwa keuntungan dalam berbisnis Narkotika sangat menggiurkan dan pada akhirnya tindakan salahpun terjadi dengan terlibat sebagai kurir ataupun pengedar, sangat di sayangkan. Peredaran Gelap Narkoba memberikan dampak yang sangat merugikan banyak orang tanpa memandang usia, status sosial, status ekonomi , agama dan suku .Saat ini, Penyalahgunaan Narkotika di Indonesia kian hari kian meningkat. Sulawesi Tengah yang pada Tahun 2017 berada pada urutan ke 18 , sekarang berada pada urutan ke -4 dari 34 Propinsi yang ada di Indonesia. Melihat kenyataan ini, saatnya kita berbenah diri. Mari bersama kita berjuang bersama Pemerintah untuk untuk mendukung Badan Narkotika Nasional dengan programnya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika.Bersama kita wujudkan Indonesia bebas Virus Corona ( covid 19) dan bebas dari Penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.Diakhir tulisan ini, saya mengajak kita semua untuk senantiasa berpikir dan bertindak dengan benar. Saya ingat sepenggal syair lagu rohani : kumulai dari diri sendiri,, untuk melakukan yang terbaik. Jadi tidak ada kata terlambat untuk itu. Mulailah dari diri kita sendiri.#bebascorona #stopnarkoba #cegahpenyalahgunaannarkoba#perangiperedarangelapnarkoba #penyuluhseksipencegahan #bidangP2M #bnnpropinsisulawesitengah #infobnnri #bnnpsulteng #stopnarkoba#narkobamembunuhmu #narkobanoprestasiyes #soalpalu #likepalu#sultengbersinar #infosulteng #sultengterkini #kotaPalu #sulteng #paluviral#infokotapalu #likeforlikes #sigi #donggala #parigimoutong #poso#tojounauna #ampana #luwuk #banggai #banggaikepulauan #banggailaut #tolitoli #buol #morowali #covid-19 #coronaHUMAS BNNP SULTENG Instagram: INFOBNN_PROVINSI_SULTENG Twitter : BNNPSULTENG Facebook : HUMAS BNNP SULTENG Youtube : BNNP SULTENG


Senin, 20 April 2020

𝐁𝐄𝐑𝐏𝐈𝐊𝐈𝐑 𝐃𝐀𝐍 𝐁𝐄𝐑𝐓𝐈𝐍𝐃𝐀𝐊 𝐁𝐄𝐍𝐀𝐑

Oleh : 𝐄𝐯𝐚 𝐌𝐚𝐫𝐢𝐚 𝐅𝐫𝐚𝐧𝐜𝐢𝐬 𝐋𝐚𝐰𝐢 𝐋𝐚𝐧𝐝𝐨, 𝐒𝐏𝐝 (Penyuluh seksi Pencegahan Bidang P2M - BNN propinsi Sulawesi Tengah)Kisah kemarin pagi, dua (2) mobil di parkir di depan pintu pagar rumahku dan menghalangi mobilku yang akan keluar dari garasi dan akhirnya saya harus terlambat ke kantor, sempat membuat emosi saya bergejolak. Tetapi di akhir kisah, saya harus memaafkan pengemudinya.kisah ini menginspirasi saya untuk menulis sesuatu hari ini. Kesalahan memarkir kendaraan terlihat sebagai tindakan kecil tetapi memberikan efek besar yang merugikan orang lain. seharusnya setiap tindakan yang kita lakukan, harus dipikirkan secara baik. apakah tindakan yang kita lakukan memiliki tujuan yang baik dan menciptakan sesuatu kondisi yang berguna bagi diri sendiri atau orang lain atau sebaliknya?.Dalam kehidupan , kita di harapkan untuk melakukan sesuatu yang terbaik. Setiap pikiran, ucapan dan tindakan kita sebisanya memberikan energi positif kepada orang lain di sekitar kita.Situasi saat ini , kata " Positif" di tengah wabah corona adalah sebuah kata yang meberikan rasa takut pada setiap orang. Setiap tindakan kita yang salah, menjadikan atau melahirkan orang dengan status"positif" yang baru. Untuk itu, kita harus bersama berjuang agar Indonesia dan bahkan dunia keluar dari situasi ini dan untuk menghilangkan status Positif dengan melakukan langkah kecil yang positif untuk mencapai hasil negatif bagi yang positif covid 19. Kita tak perlu berlari untuk mencapai semua itu. Setiap orang dengan satu langkah kecil akan memberikan suatu hasil yang besar yang merupakan harapan kita bersama yaitu bebas dari wabah virus Corona.Dalam kasus Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, kitapun dituntut untuk berpikir dan bertindak dengan benar tanpa merugikan diri sendiri dan orang lain. Jangan pernah berpikir bahwa ketika kita mencoba menggunakan narkotika, tidak akan memberikan efek ketagihan atau kecanduan , seolah merasa bahwa diri kita kuat dan kebal. Pikiran yang salah akan melahirkan tindakan yang salah dan tindakan yang salah ini, pada akhirnya merugikan diri sendiri, keluarga, sahabat dan orang lain.Begitupun untuk kasus Peredaran Gelap Narkotika, jika kita hanya berpikir bahwa keuntungan dalam berbisnis Narkotika sangat menggiurkan dan pada akhirnya tindakan salahpun terjadi dengan terlibat sebagai kurir ataupun pengedar, sangat di sayangkan. Peredaran Gelap Narkoba memberikan dampak yang sangat merugikan banyak orang tanpa memandang usia, status sosial, status ekonomi , agama dan suku .Saat ini, Penyalahgunaan Narkotika di Indonesia kian hari kian meningkat. Sulawesi Tengah yang pada Tahun 2017 berada pada urutan ke 18 , sekarang berada pada urutan ke -4 dari 34 Propinsi yang ada di Indonesia. Melihat kenyataan ini, saatnya kita berbenah diri. Mari bersama kita berjuang bersama Pemerintah untuk untuk mendukung Badan Narkotika Nasional dengan programnya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika.Bersama kita wujudkan Indonesia bebas Virus Corona ( covid 19) dan bebas dari Penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.Diakhir tulisan ini, saya mengajak kita semua untuk senantiasa berpikir dan bertindak dengan benar. Saya ingat sepenggal syair lagu rohani : kumulai dari diri sendiri,, untuk melakukan yang terbaik. Jadi tidak ada kata terlambat untuk itu. Mulailah dari diri kita sendiri.#bebascorona #stopnarkoba #cegahpenyalahgunaannarkoba#perangiperedarangelapnarkoba #penyuluhseksipencegahan #bidangP2M #bnnpropinsisulawesitengah #infobnnri #bnnpsulteng #stopnarkoba#narkobamembunuhmu #narkobanoprestasiyes #soalpalu #likepalu#sultengbersinar #infosulteng #sultengterkini #kotaPalu #sulteng #paluviral#infokotapalu #likeforlikes #sigi #donggala #parigimoutong #poso#tojounauna #ampana #luwuk #banggai #banggaikepulauan #banggailaut #tolitoli #buol #morowali #covid-19 #coronaHUMAS BNNP SULTENG Instagram: INFOBNN_PROVINSI_SULTENG Twitter : BNNPSULTENG Facebook : HUMAS BNNP SULTENG Youtube : BNNP SULTENG


Jumat, 24 April 2020

Penyuluh Narkoba Online

Kamis, 16 April 2020Oleh : Eva Maria Francis L. Lando, SPd ( Penyuluh BNN Propinsi Sulawesi Tengah)Masyarakat "M" Bertanya ? Penyuluh " P" Menjawab !* Dialog 1 (Hp berdering .....seorang ibu menelepon)M : Halo , selamat pagi ibu Penyuluh. P : Selamat pagi juga.M : Apa kabar hari ini, semoga sehat selalu. P : Kabar baik, semoga keadaan ibu dan keluarga juga sehat.M : Maaf mengganggu waktunya. Saya ......... ( memperkenalkan diri) ingin curhat tentang anak saya. sebagai Orang tua (mama) , saya merasa ada sesuatu dengan anak saya. P : oh silakan, dengan senang hati.M : Begini ibu penyuluh, akhir- akhir ini saya melihat anak saya berbeda dari biasanya. Saya takut anak saya pakai narkoba. P : Oh ya... maksudnya berbeda dalam hal apa?M : Biasanya anak saya sikapnya sangat baik, selalu bangun pagi, terus rajin mengerjakan tanggung jawabnya sebelum berangkat ke sekolah. Tapi akhir-akhir ini, sikapnya terbalik. Suka membangkang, malas bangun pagi dan selalu menghilang dari rumah. selain itu gurunya juga menyampaikan bahwa anak saya selalu tertidur dalam kelas dan sering tidak mengerjakan tugas dari sekolah. P : Terima kasih karena sebagai orang tua , ibu sudah peka dengan kondisi anak ibu dan mau bercerita kepada saya. Dilihat dari sikap dan perilaku anak ibu, wajarlah kalau ibu kuatir. Memang ciri-ciri seorang penyalahguna atau pecandu narkoba seperti itu. Sebaiknya ibu harus cepat bertindak agar jangan sampai kondisi anak ibu semakin parah.M : Caranya ? P : Ibu harus membawa anak ibu ke kantor BNN Propinsi Sulawesi Tengah yang letaknya di Jl. Dewi Sartika (bersebelahan dengan kantor Inspektorat )M : Saya takut. Takut anak saya positif dan di penjara. P : Jangan takut. Siapa saja yang datang melaporkan secara sukarela, tidak akan di proses hukum. BNN Propinsi Sulawesi Tengah memiliki Klinik Pratama Mosipakabelo yang siap membantu para korban, penyalahguna dan pecandu narkoba yang mau melapor secara sukarela.M : oh ya.... selama ini saya mau melapor tapi takut. Selanjutnya bagaimana prosesnya setelah melapor ? P : Setelah melapor diri kepada petugas piket, selanjutnya akan di arahkan ke Klinik. Klinik kami memiliki dokter, psikolog, perawat dan konselor yang siap membantu untuk proses Asesmen. Memang biasanya di awal asesmen, penyalahguna narkoba selalu berbohong tetapi dengan pendekatan yang baik dari tim asesmen, penyalahguna akan terbuka dan jujur mengatakan bahwa dia seorang pengguna narkoba.Jadi harapan saya, secepatnya ibu membawa anak ibu ke kantor kantor BNN Propinsi Sulawesi Tengah agar dapat di bantu untuk pulih dari ketergantungan narkoba jika seandainya anak ibu ada pengguna narkoba.M : Terima kasih ibu Penyuluh, saya akan bicara dengan suami dan anak saya tentang persoalan ini. P : Terima kasih kembali. Senantiasa jaga kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan stay at home sesuai himbauan pemerintah agar terhindar dari wabah corona (covid 19).( bersambung.... )# stopnarkoba #jangantakutmelapor #sulawesitengahbersinar #lawancorona #penyuluhcegahbidangp2m #bnnprovinsisulawesitengah


Suara Masyarakat


DATA STATISTIK BNNP SULAWESI TENGAH

0

Total Kasus Narkoba

0

Total Tersangka Kasus Narkoba

0

Total Pasien Penyalahgunaan

0

Jumlah Penggiat Anti Narkoba

0

Jumlah Sebaran Informasi

Tautan Terkait